Jumat, 24 Oktober 2014

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI PT. PAGILARAN



LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
PT. PAGILARAN

  



Disusun oleh :
                                  Nama            : Nila Azmi
                                  NIS                :
                                  Kelas             : 3 TPHP 2

SMK NEGERI 1 (STM PEMBANGUNAN) TEMANGGUNG
Jl. Kadar Maron Sidorejo, Kotak Pos 104, Telp./Fax (0293) 4901639
Temanggung 56221

TAHUN 2014/2015


Kata Pengantar

Assalamu’alaikum wr, wb.                             
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat allah SWT, yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini yang berjudul “LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI PT. PAGILARAN” tanpa ada suatu halangan apapun. Tak lupa shalawat serta salam kami haturkan kepada nabi agung kita Muhammad SAW, semoga kita semua termasuk golongan yang di beri syafaatnya, amin. Laporan ini kami buat berdasarkan sumber-sumber yang kami peroleh.
Laporan ini kami buat sebagai pertanggung jawaban atas kegiatan kunjungan industri yang telah kami ikuti pada beberapa waktu yang lalu. Kami menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun dan agar laporan yang selanjutnya dapat lebih baik dari ini. Selanjutnya kami ucapkan selamat membaca.
Terima kasih.
            Wassalamu’alaikum wr, wb.                             

                                                                                                  Temanggung, 24 Oktober 2014
                                                                                                                   Penyusun

BAB I. PENDAHULUAN
1.     Latar Belakang
Kami melaksanakan kegiatan kunjungan industri ini dimaksudkan agar kami mampu menambah pengetahuan tentang industri pangan. Kunjungan ini selain menambah pengetahuan, kami juga dapat mengetahui proses pengolahan pangan di industri secara langsung. Kunjungan yang kami lakukan ke PT. PAGILARAN yang merupakan industri pengolahan teh. Kami mengunjungi industri pengolahan teh karena pada standar kompetensi yang ada, kami menerima materi tentang teh dan cara pengolahannya tetapi kami tidak melakukan pengolahan (praktek) tersebut disekolah karena bahan dasar dan alat pengolahan yang belum ada.

2.     Tujuan
Adapun beberapa tujuan diselenggarakannya kunjungan industri bagi siswa sebagai berikut:
1.      Memperluas pengetahuan siswa tentang dunia kerja (industri).
2.      Mendorong siswa agar mempunyai minat dan kreatifitas dalam bekerja.
3.      Memberi informasi tentang kegunaan Ilmu tekhnologi dalam dunia kerja.
4.      Mengetahui proses produksi yang ada di industri.

BAB II. HASIL KUNJUNGAN PT. PAGILARAN
 
A.  Selayang pandang
Pemilik PT. PAGILARAN yaitu : Yayasan Fapertagama, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Yang berada di Jl. Faridan M. Noto 11 Yogyakarta, Telp.: 0274 – 561392, 563046 (Hunting), Fax. : 0274 - 54062, Email : pagilaran@pagilaran.co.id , Web : www.pagilaran.co.id
 edited by : Ghoni
PT. PAGILARAN memiliki 6 unit produksi, yaitu :

1)      Unit Produksi Pagilaran
                        Alamat : Pagilaran, Kecamatan. Blado, Kab Batang,  JawaTengah. Telp/Fax.  : 0285 – 414030.
Produksi : Teh Hitam, Teh Hijau, Cengkeh, Kina
Luas areal : 1.113,25  hektar
Kapasitas produksi : 40 ton pucuk teh/hari.

2)      Unit Produksi Segayung
                 Alamat : Desa Simbang Jati,  Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Telp. : 0285 – 7906305
Produksi : Coklat, Kelapa Tall, Kelapa Hybrida
Luas Kebun inti : 208,05  hektar       
Areal binaan PIR Kakao : 670,00 hektar.

3)      Unit Produksi Sidoharjo
                 Alamat : Desa Bakalan, Kec.Bawang, Kabupaten Batang,  Jawa Tengah  Telp :  0285 – 429937
Produksi :  Teh Hitam Orthodox
Luas binaan PIR-Teh : 611,45  hektar
Luas binaan PIR-Teh : 611,45  hektar.

4)      Unit Produksi Jatilawang
                 Alamat : Desa Jatilawang, Kec. Wanayasa, Kab. Banjarnegara . Telp. 085 228037489
Produksi : Teh Hitam Orthodox
Luas binaan PIR-Teh : 612 hektar
Kapasitas Produksi : 10.000 kg – 12.000 kg pucuk/hari.

5)      Unit produksi Kaliboja
                    Alamat : Desa Kaliboja, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Telp.  : 08882602657.
Produksi : Teh Hitam Orthodox
Luas binaan PIR-Teh : 1.200 hektar
Kapasitas Produksi : 12.000 kg – 15.000 kg pucuk/hari.




6)      Unit Produksi Samigaluh
                 Alamat : Desa Pagerharjo, Kec. Samigaluh, Kab. Kulonprogo, D. I. Yogyakarta.  55673
Produksi : Teh Hijau , Teh Wangi dan Kakao
Luas binaan PIR-Teh : 200  ha
PIR-Kakao : 9.850  ha DIY , JATIM, JATENG
Kapasitas Produksi : 5.000 kg pucuk/hari

Disini, kami mengadakan kunjungan di PT. PAGILARAN Unit Produksi Samigaluh. Proses produksi biasa dilakukan mulai dari jam 16.00 s/d 24.00 WIB. Hal ini bertujuan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Misalnya pada proses pengolahan teh wangi yang diberi campuran bunga melati, proses pengolahan pada jam tersebut dimaksudkan agar pada saat diolah kuncup bunga melati mekar sehingga wangi bunga yang yang ada dapat maksimal.
edited by : Ghoni

B.     Pasca panen
ü  Pemetikan Pucuk Teh :
Tiga jenis pemetikan:
        Petik halus       : p+1, p+2, b+1m
            Petik medium    : p+2m, p+3m, (60-70 %) b+1m, b+2m, DLM (daun lepas muda)
        Petik kasar        : p+3 dst, b+1t, dst.
Cara pemetikan:
1.     Petikan tangan
2.     Petikan gunting (1,5-2,0 kali dari petikan tangan: 40-70 kg/orang)
3.     Petikan mesin (4 kali petikan gunting: 1.000-2.000 kg/mesin dengan 3-5 operator)
ü  Analisis Pucuk
            Analisis pucuk adalah uraian tentang hasil pemetikan suatu blok pada suatu saat, yang menunjukkan perbandingan antara pucuk halus dan pucuk kasar yang dinyatakan dalam persen (%).
            Analisis pucuk bertujuan untuk menilai mutu pucuk, sehingga dapat digambarkan kemungkinan hasil olahan.
            Hasil analisis pucuk merupakan dasar penilaian mutu pucuk harian dari suatu kebun, maka sampel diambil secara acak dari setiap blok atau kelompok pemetik.

C.    Pengolahan
           PT. PAGILARAN Unit Produksi Samigaluh mengolah teh hijau, teh wangi, dan kakao. Disini saya akan memaparkan produk hasil PT. PAGILARAN Unit Produksi Samigaluh pada komoditi peranian teh.
1)      Teh Hijau
Pengolahan teh hijau telah dikenal sejak lama namun dilaksanakan dengan peralatan dan teknologi yang sederhana. Oleh karena itu, jenis teh hijau yang dihasilkan masih belum sesuai dengan standar mutu permintaan pasar. Teh hijau merupakan pucuk daun muda tanaman teh yang diolah tanpa melalui proses fermentasi. Untuk memperoleh produk yang sesuai dengan permintaan pasar maka pengolahan teh hijau dilaksanakan dengan teknologi yang lebih maju. Namun pada dasarnya, pengolahan teh hijau itu merupakan rangkaian proses fisik dan mekanis tanpa atau dengan sedikit proses fermentasi terhadap pucuk teh dengan menggunakan sistem panning.
Cara-cara pengolahan teh hijau yaitu :
1.      Pucuk teh
Pucuk yang masuk ke pabrik harus dilakukan analisa pucuk terlebih dahulu untuk menentukan kualitas pucuk teh yang ada.
2.      Pelayuan
Tujuan : untuk menginaktifkan enzim polifenol oksidase dan menurunkan kandungan air dalam pucuk, agar pucuk menjadi lentur dan mudah digulung.
-          Pelayuan harus segera dilakukan setelah daun teh dipetik.
-          Pelayuan dilaksanakan dengan cara mengalirkan sejumlah pucuk secara berkesinambungan kedalam alat pelayuan Rotary Panner dalam keadaan panas dengan suhu pelayuan 80 oC -100oC.
-          Uap air yang terjadi harus secepatnya dikeluarkan dari ruang Roll Rotary Panner, untuk menghindari terhidrolisanya klorofil oleh uap asam-asam organik.
-          Perubahan kimia yang terjadi selama pelayuan antara lain dalam proses respirasi akan terjadi penurunan gula oleh oksigen menjadi energi dan karbondioksida.
-          Persentase layu teh hijau lokal adalah 60-70%, dan untuk teh hijau ekspor sekitar 60% dengan tingkat kerataan layuan yang baik.
-          Tingkat layu yang tepat ditandai dengan keadaan pucuk layu yang berwarna hijau cerah, lemas, dan lembut, serta mengeluarkan bau yang khas.
3.      Penggulungan
Tujuan : membentuk mutu secara fisik berbentuk terpilin, mengeluarkan cairan daun.
Alat Penggulungan : Press Cap Roller (PCR)
         terdiri dari silinder dan meja
         dengan penekanan (press)
         menggulung dan memeras
Lama Penggulungan : 15 – 20 menit dengan pengaturan 5 menit buka 10 menit pres dan 5 menit buka
4.      Pengeringan
Tujuan :   menghentikan proses fermentasi, untuk  mengurangi kadar air, memperoleh hasil akhir berupa teh kering yang tahan lama disimpan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, dilaksanakan dua tahap pengeringan, masing-masing menggunakan mesin yang berbeda.
Ø     Mesin pengering pertama disebut Rotary Dryer tipe Repeat Rool.
Ø Mesin pengering kedua disebut Rotary Dryer tipe Boll Tea bertujuan memperbaiki bentuk gulung teh keringnya.
 Lama pengeringan : 3 – 4 Jam
5.      Sortasi
Tujuan untuk memisahkan, memurnikan dan mengelompokkan jenis mutu teh hijau dengan bentuk ukuran yang spesifik sesuai dengan standar teh hijau.
Pada prinsipnya, sortasi kering teh hijau adalah:
Ø    Memisahkan keringan teh hijau yang banyak mengandung jenis mutu ekspor.
Ø  Memisahkan partikel-partikel yang mempunyai bentuk dan ukuran yang relatif sama kedalam beberapa kelompok (grade).
Ø   Melakukan pemotongan dengan tea cutter bagian-bagian teh yang ukurannya masih lebih besar dari jenis mutu yang dikehendaki.

            Sortasi Teh Hijau sebagian besar masih menggunakan tenaga manual manusia. Hasil sortasi ini dikelompokkan kedalam jenis-jenis mutu teh hijau sesuai dengan mutu yang ada.
Mutu / grade teh hijau :
a.       Peko (daun pucuk). A - B
b.      Jikeng /Lokal B (daun bawah / tua).
c.       Bubuk / kempring
d.      Tulang

2)      Teh Wangi
Teh wangi adalah jenis teh yang paling banyak diksonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Teh wangi saat ini sudah banyak variasinya : teh aroma melati, teh aroma mawar, teh aroma frambose, teh aroma vanili, dan lain-lain.
Teh wangi melati, bahan dasar pembuatannya adalah dari teh hijau lokal. Tetapi untuk jenis teh wangi dengan aroma yang lain rata-rata dibuat dari teh hitam yang diwangikan menggunakan bahan pewangi.
PT. PAGILARAN membuat teh wangi berdasarkan atas pesanan dari pembeli, dalam prosesnya tanpa menggunakan bahan pewangi kimiawi (menggunakan bunga melati).
Cara-cara pengolahan teh wangi yaitu :
1.      Pucuk teh
Pucuk yang masuk ke pabrik harus dilakukan analisa pucuk terlebih dahulu untuk menentukan kualitas pucuk teh yang ada.
2.      Karamelisasi/penggosongan bahan baku (teh Hijau) / Pengeringan I
Proses ini bertujuan menghasilkan teh hijau gosong yang bersifat porous. Dengan sifat barunya ini, teh hijau akan mudah menyerap aroma dari melati.
Proses ini dilakukan dengan cara : teh hijau dipanaskan dengan menggunakan mesin Rotary drier tipe Repeat Roll pada suhu 90°C - 125°C. Proses ini akan menghasilkan "Cou-cui" berwarna coklat kehitaman dengan kadar air 3 - 5 %
3.      Pemeraman bahan karamel
Hal ini dilakukan setelah proses karamelisasi yang optimal. Proses ini biasanya dilakukan dengan cara mendiamkan bahan untuk beberapa waktu.
4.      Pelembaban
Bertujuan untuk mempersiapkan teh agar dapat menerima aroma bunga secara maksimal.
Caranya :
-          Dilakukan dengan menambahkan air ± 20 %.
-          Proses pelembaban dilakukan pada siang hari, ditebar / dibeber membentuk suatu lapisan setebal ± 15 - 20 cm.
-          Setelah itu dilanjutkan dengan proses pewangian, dimana bunga melati dicampurkan.
5.      Pewangian
Setelah proses pelembaban, kemudian teh ditambahkan dengan bunga melati. Dipilih bunga yang siap mekar & sedapat mungkin memperkecil penerimaan bunga "karuk" (kuncup bunga yang belum saatnya mekar), hal ini bertujuan agar proses pewangian dapat berlangsung dengan sempurna.
6.      Pengeringan II
-          Menggunakan ECP drier (Endless Chain Pressure drier) dengan suhu berkisar antara 110° - 125° C selama 45 - 60 menit.
-          Kadar air produk yang dihasilkan berkisar antara 4 - 6 %.
D.    Macam produk olahan dan kemasan
PT. PAGILARAN mengolah 2 macam komoditi pertanian, yaitu teh dan kakao. Disini saya akan memberi contoh beberapa produk olahan teh, antara lain :
1)      Teh hitam
Teh hitam merupakan pucuk teh yang diolah menjadi teh kering melalui proses fermentasi pada tahapan prosesnya. 
Teh hitam sendiri memiliki beberapa jenis olahan, antara lain teh hitam orthodox dan teh wangi. Teh wangi (teh melati) disebut juga teh bunga yang diproses dengan campuran kuncup bunga dan merupakan jenis teh yang paling populer di Indonesia.
2)      Teh hijau
Teh hijau merupakan pucuk daun muda tanaman teh yang diolah tanpa melalui proses fermentasi. Untuk memperoleh produk yang sesuai dengan permintaan pasar maka pengolahan teh hijau dilaksanakan dengan teknologi yang lebih maju. Namun pada dasarnya, pengolahan teh hijau itu merupakan rangkaian proses fisik dan mekanis tanpa atau dengan sedikit proses fermentasi terhadap pucuk teh dengan menggunakan sistem panning
3)      Teh oolong
Teh oolong bukan merupakan teh hitam, teh hijau maupun teh putih. Meskipun dari segi rasa dan cara pengolahan mirip dengan teh hitam. Tapi yang membedakan disini adalah teh oolong pada saat proses pengolahan, teh hanya mengalami fermentasi yang sangat singkat.
4)      Teh putih
Merupakan teh yang diolah melalui fermentasi tetapi dalam waktu yang sangat singkat, sehingga pigmen pada teh belum menjadi coklat keemasan maupun merah saat diseduh.
            Dari keempat jenis teh yang dikenal oleh masyarakat, PT. PAGILARAN khususnya Unit Produksi Samigaluh hanya mengolah 2 macam teh yaitu the hitam jenis teh wangi dan juga teh hijau.
            Setelah produk selesai dibuat, perlu dilakukannya pengemasan dan penyimpanan (penggudangan). Penyimpanan Produk Sementara, mempermudah stok produksi dan pengangkutan. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan :
        Suhu ruangan 200C – 240C.
        Didalam gudang penyimpanan Paper Sack distapel sesuai jenis mutunya dan diberi alas pallet.
         Jumlah 1 chop terdiri 20 papersack.
         Tinggi maksimal 220 cm, Lebar maksimal 117 cm.
        Pada saat pengiriman, papersack terbungkus dengan plastik sheet.
         Jarak antar stapelan dan dengan dinding min. 30 cm
            Biasanya teh dibungkus dengan kemasan yang bernama Sigma Rasa  dan Kepodang (Hitam dan Hijau) ataupun Bukit Menoreh. Teh hijau biasanya berbentuk teh celup dan dikemas menggunakan karton. Sedangkan teh wangi dapat berbentuk teh celup maupun teh kering yang dikemas menggunakan papersack ukuran kecil.   





BAB III. Kesimpulan dan Saran

   A.    Kesimpulan
   Dari kunjungan yang kami lakukan, kami dapat menarik beberapa kesimpulan, antara lain :
v  Pengalaman kami bertambah, terutama tentang industri teh.
v  Pada praktek dilapangan, ada yang sedikit berbeda dari teori, karena dalam penerapannya industri mengikuti situasi dan kondisi yang ada.
v   PT. PAGILARAN Unit Produksi Samigaluh mengolah teh (teh wangi dan teh hijau) dan kakao.

   B.     Saran
ü  Setiap proses pengolahan hendaknya sesuai dengan GMP dan SOP, sehingga mutu produk benar-benar berkualitas baik.
ü  Para pekerja hendaknya menerapkan personal hygiene pada saat bekerja, sehingga terjadinya kontaminasi dapat diminimalisir.
ü  Hendaknya proses produksi berjalan secara efektif dan efisien, sehingga tingkat produktifitas maksimal.
ü  Pelayanan terhadap pengunjung yang datang harap ditingkatkan, sehingga pengunjung merasa lebih nyaman, misal : kunjungan dari sekolah,instansi,dll
ü  Hendaknya setiap industri mampu mengatasi limbah yang dihasilkan dengan baik.
ü  Kunjungan yang dilakukan hendaknya lebih efisien dan efektif.
edited by : Ghoni

DAFTAR PUSTAKA

                http://pagilaran.co.id/tentang-kami/profil/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar