LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
PT. PAGILARAN
Disusun oleh :
Nama : Nila Azmi
NIS :
Kelas : 3 TPHP 2
SMK NEGERI 1 (STM PEMBANGUNAN) TEMANGGUNG
Jl. Kadar Maron Sidorejo, Kotak Pos 104,
Telp./Fax (0293) 4901639
Temanggung 56221
TAHUN 2014/2015
Kata Pengantar
Assalamu’alaikum wr, wb.
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kehadirat allah SWT, yang
senantiasa melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan
laporan ini yang berjudul “LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI PT. PAGILARAN” tanpa ada
suatu halangan apapun. Tak lupa shalawat serta salam kami haturkan kepada nabi
agung kita Muhammad SAW, semoga kita semua termasuk golongan yang di beri
syafaatnya, amin. Laporan ini kami buat berdasarkan sumber-sumber yang kami
peroleh.
Laporan ini kami buat sebagai pertanggung jawaban atas kegiatan kunjungan
industri yang telah kami ikuti pada beberapa waktu yang lalu. Kami menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna maka
dari itu kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang sifatnya
membangun dan agar laporan yang selanjutnya dapat lebih baik dari ini.
Selanjutnya kami ucapkan selamat membaca.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr, wb.
Temanggung,
24 Oktober 2014
Penyusun
BAB I.
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Kami melaksanakan kegiatan kunjungan industri ini
dimaksudkan agar kami mampu menambah pengetahuan tentang industri pangan.
Kunjungan ini selain menambah pengetahuan, kami juga dapat mengetahui proses
pengolahan pangan di industri secara langsung. Kunjungan yang kami lakukan ke
PT. PAGILARAN yang merupakan industri pengolahan teh. Kami mengunjungi industri
pengolahan teh karena pada standar kompetensi yang ada, kami menerima materi
tentang teh dan cara pengolahannya tetapi kami tidak melakukan pengolahan
(praktek) tersebut disekolah karena bahan dasar dan alat pengolahan yang belum
ada.
2. Tujuan
Adapun beberapa tujuan
diselenggarakannya kunjungan industri bagi siswa sebagai berikut:
1. Memperluas pengetahuan
siswa tentang dunia kerja (industri).
2. Mendorong siswa agar
mempunyai minat dan kreatifitas dalam bekerja.
3. Memberi informasi tentang
kegunaan Ilmu tekhnologi dalam dunia kerja.
4. Mengetahui proses
produksi yang ada di industri.
BAB II. HASIL
KUNJUNGAN PT. PAGILARAN
A. Selayang pandang
Pemilik PT. PAGILARAN yaitu : Yayasan Fapertagama, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(UGM), Yogyakarta. Yang berada
di Jl. Faridan M. Noto 11 Yogyakarta, Telp.: 0274 – 561392, 563046 (Hunting), Fax. :
0274 - 54062, Email : pagilaran@pagilaran.co.id , Web : www.pagilaran.co.id
edited by : Ghoni
PT. PAGILARAN memiliki 6 unit produksi, yaitu :
1)
Unit Produksi
Pagilaran
Alamat : Pagilaran,
Kecamatan. Blado, Kab Batang, JawaTengah.
Telp/Fax.
: 0285 – 414030.
Produksi : Teh Hitam, Teh Hijau, Cengkeh, Kina
Luas
areal : 1.113,25 hektar
Kapasitas
produksi : 40 ton pucuk teh/hari.
2)
Unit Produksi
Segayung
Alamat : Desa Simbang Jati, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa
Tengah.
Telp. : 0285 – 7906305
Produksi
: Coklat, Kelapa Tall, Kelapa Hybrida
Luas
Kebun inti : 208,05 hektar
Areal
binaan PIR Kakao : 670,00 hektar.
3)
Unit Produksi
Sidoharjo
Alamat : Desa Bakalan, Kec.Bawang, Kabupaten
Batang, Jawa Tengah Telp :
0285 – 429937
Produksi
: Teh Hitam Orthodox
Luas
binaan PIR-Teh : 611,45 hektar
Luas
binaan PIR-Teh : 611,45 hektar.
4)
Unit Produksi
Jatilawang
Alamat : Desa Jatilawang, Kec. Wanayasa, Kab.
Banjarnegara . Telp. 085 228037489
Produksi
: Teh Hitam Orthodox
Luas
binaan PIR-Teh : 612 hektar
Kapasitas
Produksi : 10.000 kg – 12.000 kg pucuk/hari.
5)
Unit produksi
Kaliboja
Alamat : Desa Kaliboja, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten
Pekalongan, Jawa Tengah. Telp. :
08882602657.
Produksi
: Teh
Hitam Orthodox
Luas
binaan PIR-Teh : 1.200 hektar
Kapasitas
Produksi : 12.000 kg – 15.000 kg pucuk/hari.
6)
Unit Produksi
Samigaluh
Alamat : Desa Pagerharjo, Kec. Samigaluh, Kab. Kulonprogo, D. I. Yogyakarta. 55673
Produksi
: Teh Hijau , Teh Wangi dan
Kakao
Luas
binaan PIR-Teh : 200 ha
PIR-Kakao
: 9.850 ha
DIY , JATIM, JATENG
Kapasitas
Produksi : 5.000 kg pucuk/hari
Disini, kami mengadakan kunjungan di PT.
PAGILARAN Unit Produksi
Samigaluh. Proses produksi biasa dilakukan mulai dari jam 16.00 s/d 24.00 WIB.
Hal ini bertujuan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan kriteria yang
telah ditentukan. Misalnya pada proses pengolahan teh wangi yang diberi campuran bunga
melati, proses pengolahan pada jam tersebut dimaksudkan agar pada saat diolah
kuncup bunga melati mekar sehingga wangi bunga yang yang ada dapat maksimal.
edited by : Ghoni
B. Pasca panen
ü
Pemetikan Pucuk Teh :
Tiga jenis pemetikan:
•
Petik halus : p+1, p+2, b+1m
• Petik medium : p+2m, p+3m,
(60-70 %) b+1m, b+2m, DLM (daun lepas muda)
•
Petik kasar : p+3 dst, b+1t, dst.
Cara pemetikan:
1. Petikan tangan
2. Petikan gunting (1,5-2,0 kali dari petikan
tangan: 40-70 kg/orang)
3. Petikan mesin (4 kali petikan gunting:
1.000-2.000 kg/mesin dengan 3-5 operator)
ü
Analisis Pucuk
Analisis
pucuk adalah uraian tentang hasil pemetikan suatu blok pada suatu saat, yang
menunjukkan perbandingan antara pucuk halus dan pucuk kasar yang dinyatakan
dalam persen (%).
Analisis
pucuk bertujuan untuk menilai mutu pucuk, sehingga dapat digambarkan
kemungkinan hasil olahan.
Hasil
analisis pucuk merupakan dasar penilaian mutu pucuk harian dari suatu kebun,
maka sampel diambil secara acak dari setiap blok atau kelompok pemetik.
C. Pengolahan
PT.
PAGILARAN Unit Produksi
Samigaluh mengolah teh hijau, teh wangi, dan kakao. Disini saya akan memaparkan
produk hasil PT. PAGILARAN Unit Produksi Samigaluh pada komoditi peranian teh.
1)
Teh Hijau
Pengolahan teh hijau telah dikenal sejak lama namun dilaksanakan dengan
peralatan dan teknologi yang sederhana. Oleh karena itu, jenis teh hijau yang
dihasilkan masih belum sesuai dengan standar mutu permintaan pasar. Teh hijau merupakan
pucuk daun muda tanaman teh yang diolah tanpa melalui proses fermentasi. Untuk
memperoleh produk yang sesuai dengan permintaan pasar maka pengolahan teh hijau
dilaksanakan dengan teknologi yang lebih maju. Namun pada dasarnya, pengolahan
teh hijau itu merupakan rangkaian proses fisik dan mekanis tanpa atau dengan
sedikit proses fermentasi terhadap pucuk teh dengan menggunakan sistem panning.
Cara-cara pengolahan teh hijau yaitu :
1.
Pucuk teh
Pucuk yang masuk ke pabrik
harus dilakukan analisa pucuk terlebih dahulu untuk menentukan kualitas pucuk
teh yang ada.
2.
Pelayuan
Tujuan : untuk menginaktifkan enzim polifenol
oksidase dan menurunkan kandungan air dalam pucuk, agar pucuk menjadi lentur
dan mudah digulung.
-
Pelayuan harus segera dilakukan setelah daun teh dipetik.
- Pelayuan dilaksanakan
dengan cara mengalirkan sejumlah pucuk secara berkesinambungan kedalam alat
pelayuan Rotary Panner dalam keadaan panas dengan suhu pelayuan 80 oC
-100oC.
-
Uap air yang terjadi harus secepatnya dikeluarkan dari ruang Roll Rotary
Panner, untuk menghindari terhidrolisanya klorofil oleh uap asam-asam organik.
-
Perubahan kimia yang terjadi selama pelayuan antara lain dalam proses
respirasi akan terjadi penurunan gula oleh oksigen menjadi energi dan
karbondioksida.
-
Persentase layu teh hijau lokal adalah 60-70%, dan untuk teh hijau ekspor
sekitar 60% dengan tingkat kerataan layuan yang baik.
-
Tingkat layu yang tepat ditandai dengan keadaan pucuk layu yang berwarna
hijau cerah, lemas, dan lembut, serta mengeluarkan bau yang khas.
3.
Penggulungan
Tujuan : membentuk mutu secara
fisik berbentuk terpilin, mengeluarkan cairan daun.
Alat Penggulungan : Press
Cap Roller (PCR)
•
terdiri dari silinder dan meja
•
dengan penekanan (press)
•
menggulung dan memeras
Lama Penggulungan : 15 – 20 menit dengan pengaturan
5 menit buka 10 menit pres dan 5 menit buka
4.
Pengeringan
Tujuan :
menghentikan proses fermentasi, untuk
mengurangi kadar air, memperoleh hasil akhir berupa teh kering yang
tahan lama disimpan.
Untuk
mencapai tujuan tersebut, dilaksanakan dua tahap pengeringan, masing-masing
menggunakan mesin yang berbeda.
Ø Mesin
pengering pertama disebut Rotary Dryer tipe Repeat Rool.
Ø Mesin
pengering kedua disebut Rotary Dryer tipe Boll Tea bertujuan memperbaiki bentuk
gulung teh keringnya.
Lama
pengeringan : 3 – 4 Jam
5.
Sortasi
Tujuan untuk memisahkan,
memurnikan dan mengelompokkan jenis mutu teh hijau dengan bentuk ukuran yang
spesifik sesuai dengan standar teh hijau.
Pada prinsipnya, sortasi
kering teh hijau adalah:
Ø Memisahkan keringan teh
hijau yang banyak mengandung jenis mutu ekspor.
Ø Memisahkan
partikel-partikel yang mempunyai bentuk dan ukuran yang relatif sama kedalam
beberapa kelompok (grade).
Ø Melakukan pemotongan
dengan tea cutter bagian-bagian teh yang ukurannya masih lebih besar dari jenis
mutu yang dikehendaki.
Sortasi Teh Hijau sebagian besar masih menggunakan tenaga manual manusia. Hasil sortasi ini
dikelompokkan kedalam jenis-jenis mutu teh hijau sesuai dengan mutu yang ada.
Mutu / grade teh hijau :
a.
Peko (daun pucuk). A - B
b.
Jikeng /Lokal B (daun bawah / tua).
c.
Bubuk / kempring
d.
Tulang
2)
Teh Wangi
Teh wangi adalah jenis teh yang paling banyak diksonsumsi oleh masyarakat
Indonesia. Teh wangi saat ini sudah banyak variasinya : teh aroma melati, teh aroma
mawar, teh aroma frambose, teh aroma vanili, dan lain-lain.
Teh wangi melati, bahan
dasar pembuatannya adalah dari teh hijau lokal. Tetapi untuk jenis teh wangi
dengan aroma yang lain rata-rata dibuat dari teh hitam yang diwangikan
menggunakan bahan pewangi.
PT. PAGILARAN membuat teh wangi berdasarkan
atas pesanan dari pembeli, dalam prosesnya tanpa menggunakan bahan pewangi
kimiawi (menggunakan bunga melati).
Cara-cara pengolahan teh wangi yaitu :
1.
Pucuk teh
Pucuk yang masuk ke pabrik
harus dilakukan analisa pucuk terlebih dahulu untuk menentukan kualitas pucuk
teh yang ada.
2.
Karamelisasi/penggosongan bahan baku (teh Hijau) / Pengeringan I
Proses ini bertujuan
menghasilkan teh hijau gosong yang bersifat porous. Dengan sifat barunya ini,
teh hijau akan mudah menyerap aroma dari melati.
Proses ini dilakukan dengan cara : teh hijau dipanaskan dengan menggunakan mesin Rotary drier tipe Repeat Roll
pada suhu 90°C - 125°C.
Proses ini akan menghasilkan "Cou-cui" berwarna coklat kehitaman dengan
kadar air 3 - 5 %
3.
Pemeraman bahan
karamel
Hal ini dilakukan setelah proses karamelisasi
yang optimal. Proses ini biasanya dilakukan dengan cara mendiamkan bahan untuk
beberapa waktu.
4.
Pelembaban
Bertujuan untuk
mempersiapkan teh agar dapat menerima aroma bunga secara maksimal.
Caranya :
-
Dilakukan dengan menambahkan air ± 20 %.
-
Proses pelembaban dilakukan pada siang hari, ditebar / dibeber membentuk
suatu lapisan setebal ± 15 - 20 cm.
-
Setelah itu dilanjutkan dengan proses pewangian, dimana bunga melati
dicampurkan.
5.
Pewangian
Setelah proses pelembaban, kemudian teh
ditambahkan dengan bunga melati. Dipilih bunga yang siap
mekar & sedapat mungkin memperkecil penerimaan bunga "karuk"
(kuncup bunga yang belum saatnya mekar), hal ini bertujuan agar proses
pewangian dapat berlangsung dengan sempurna.
6.
Pengeringan II
-
Menggunakan ECP drier (Endless Chain Pressure drier) dengan suhu berkisar
antara 110° - 125° C selama 45 - 60 menit.
-
Kadar air produk yang dihasilkan berkisar antara 4 - 6 %.
D. Macam produk olahan dan kemasan
PT. PAGILARAN mengolah 2 macam komoditi pertanian, yaitu teh dan kakao.
Disini saya akan memberi contoh beberapa produk olahan teh, antara lain :
1) Teh hitam
Teh hitam merupakan pucuk
teh yang diolah menjadi teh
kering melalui proses fermentasi pada tahapan prosesnya.
Teh hitam sendiri memiliki beberapa
jenis olahan, antara lain teh hitam orthodox dan teh wangi. Teh wangi (teh
melati) disebut juga teh bunga yang diproses dengan campuran kuncup bunga dan merupakan jenis teh yang paling populer di Indonesia.
2) Teh hijau
Teh
hijau merupakan pucuk daun muda tanaman teh yang diolah tanpa melalui proses
fermentasi. Untuk memperoleh produk yang sesuai dengan permintaan pasar maka
pengolahan teh hijau dilaksanakan dengan teknologi yang lebih maju. Namun pada
dasarnya, pengolahan teh hijau itu merupakan rangkaian proses fisik dan mekanis
tanpa atau dengan sedikit proses fermentasi terhadap pucuk teh dengan
menggunakan sistem panning
3) Teh oolong
Teh oolong bukan merupakan
teh hitam, teh hijau maupun teh putih. Meskipun dari segi rasa dan cara
pengolahan mirip dengan teh hitam. Tapi yang membedakan disini adalah teh
oolong pada saat proses pengolahan, teh hanya mengalami fermentasi yang sangat
singkat.
4) Teh putih
Merupakan teh yang diolah melalui fermentasi
tetapi dalam waktu yang sangat singkat, sehingga pigmen pada teh belum menjadi
coklat keemasan maupun merah saat diseduh.
Dari
keempat jenis teh yang dikenal oleh masyarakat, PT. PAGILARAN khususnya Unit Produksi Samigaluh hanya
mengolah 2 macam teh yaitu the hitam jenis teh wangi dan juga teh hijau.
Setelah produk selesai dibuat, perlu
dilakukannya pengemasan dan penyimpanan (penggudangan). Penyimpanan Produk
Sementara, mempermudah stok produksi dan pengangkutan. Berikut ini hal-hal yang
perlu diperhatikan :
• Suhu ruangan 200C – 240C.
• Didalam gudang penyimpanan Paper Sack distapel sesuai jenis mutunya dan diberi alas pallet.
• Jumlah 1 chop terdiri 20 papersack.
• Tinggi maksimal 220 cm, Lebar maksimal 117 cm.
• Pada saat pengiriman, papersack terbungkus dengan plastik sheet.
• Jarak antar stapelan dan dengan dinding min. 30 cm
Biasanya
teh dibungkus dengan kemasan yang bernama Sigma Rasa
dan Kepodang (Hitam dan Hijau)
ataupun Bukit Menoreh. Teh hijau biasanya berbentuk teh celup dan dikemas
menggunakan karton. Sedangkan teh wangi dapat berbentuk teh celup maupun teh
kering yang dikemas menggunakan papersack ukuran kecil.
BAB III. Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
Dari kunjungan yang kami lakukan, kami dapat
menarik beberapa kesimpulan, antara lain :
v
Pengalaman kami
bertambah, terutama tentang industri teh.
v
Pada praktek
dilapangan, ada yang sedikit berbeda dari teori, karena dalam penerapannya
industri mengikuti situasi dan kondisi yang ada.
v
PT. PAGILARAN Unit Produksi Samigaluh mengolah teh (teh wangi dan teh
hijau) dan kakao.
B. Saran
ü
Setiap proses
pengolahan hendaknya sesuai dengan GMP dan SOP, sehingga mutu produk
benar-benar berkualitas baik.
ü
Para pekerja
hendaknya menerapkan personal hygiene pada saat bekerja, sehingga terjadinya
kontaminasi dapat diminimalisir.
ü
Hendaknya
proses produksi berjalan secara efektif dan efisien, sehingga tingkat
produktifitas maksimal.
ü
Pelayanan
terhadap pengunjung yang datang harap ditingkatkan, sehingga pengunjung merasa
lebih nyaman, misal : kunjungan dari sekolah,instansi,dll
ü
Hendaknya
setiap industri mampu mengatasi limbah yang dihasilkan dengan baik.
ü
Kunjungan yang
dilakukan hendaknya lebih efisien dan efektif.
edited by : Ghoni
DAFTAR PUSTAKA
